Makanan siap santap di pasar Ramadan dadakan

Menambah Penghasilan di Bulan Ramadan dengan Usaha Kuliner

Posted on Posted in Biar Hebring

Jujur, saya suka iri sama orang yang hobi dan jago masak. Kalau saja punya keahlian itu, inginnya sih punya usaha kuliner. Misalnya katering, atau jualan makanan minuman.

Apalagi di saat bulan Ramadan seperti sekarang. Punya usaha di bidang kuliner sepertinya lumayan bisa menambah penghasilan.

Makanan siap santap di pasar Ramadan dadakan
Makanan siap santap di pasar Ramadan dadakan

Ide ini berawal saat saya membaca tulisan tentang seorang ibu pejabat yang memilih katering saat Ramadan daripada masak sendiri. Alasannya, ia memilih khusyuk ibadah. Apalagi di rumahnya juga nggak banyak anggota keluarganya.

Saya sendiri saat belajar di Kampung Inggris Pare, Kediri dan melewatkan beberapa minggu Ramadan di sana, mendapati fenomena mereka yang memilih katering untuk berbuka dan sahur.

Waktu buka pun tak perlu ribut antri di warung. Mau sahur juga nggak perlu kelayapan cari makan.

Lalu coba deh lihat di sana-sini menjelang waktu buka puasa. Terkadang kita jumpai pasar Ramadan dadakan yang menjual aneka makanan atau minuman untuk berbuka.

Pasar Wadai Banjarmasin
Pasar Wadai Banjarmasin, pasar dadakan di bulan Ramadan yang menjual aneka panganan.

Pasar dadakan seperti itu selalu saja ramai pengunjungnya. Apalagi buat yang suka lapar mata, kayaknya semua terlihat enak dan mau dibeli. Iya kan? Hehehe…

Nah, mumpung Ramadan masih jalan satu minggu, barangkali poin-poin berikut ini bisa jadi pertimbangan buat para Mamak Hebring yang mau usaha di bidang kuliner terutama membuat dan menjual makanan atau minuman.

  1. Punya waktu luang

Yang namanya Ramadan ya bulan ibadah. Tapi kalau kita bisa mengatur waktu antara meningkatkan ibadah dengan melakukan usaha lain seperti di bidang kuliner, go ahead! Dari pada waktu luang dipakai santai, kan lebih baik pilih kegiatan yang menghasilkan uang.

  1. Punya tenaga

Ini bisa berarti kemampuan dan kesanggupan diri kita sendiri. Atau, ada orang lain yang bisa membantu kita. Misalnya saja keluarga. Kalau skalanya sudah lumayan besar, kita bisa memerkejakan orang lain untuk membantu.

  1. Bisa masak enak dan kreatif membuat menu

Yang namanya orang puasa, seringnya dan kebanyakan suka agak picky eater atau maunya memuaskan lidah saat berbuka atau sahur. Karena itu, perlu masakan yang benar-benar enak, sekaligus sehat. Kalau kita bisa membuat makanan yang enak dan sehat, orang pun pasti suka.

  1. Pangsa pasar yang cukup banyak di sekitar

Kalau usahanya katering, usaha ini cocok dijalankan di daerah yang banyak anak kosnya. Ya seperti sekilas cerita Mamak tadi sewaktu Ramadan di Kampung Inggris, Pare, Kediri. Atau kalau merasa mampu memasak dengan citarasa dan varian menu yang istimewa, coba juga jajal promosi ke rumah-rumah yang masuk kategori menengah ke atas, atau mereka yang tetap memiliki kesibukan tinggi di waktu Ramadan.

  1. Punya modal peralatan masak yang mencukupi

Langsung to the point pertanyaannya: lha kalau nggak punya? Namanya juga usaha di bidang kuliner, tentunya urusan peralatan masak tidak bisa disamakan dengan masak untuk keluarga tersendiri. Apalagi jika rencananya akan dijadikan usaha jangka panjang, lebih baik peralatan masak kita usahakan milik sendiri. Namun jika hanya musiman saat Ramadan saja, bolehlah kalau kita pinjam sana-sini dengan janji akan dirawat dengan baik sampai usai Ramadan.

  1. Kesehatan fit

Punya kesehatan yang seringnya selalu fit, nggak sakit-sakitan, juga perlu jadi modal untuk punya usaha katering Ramadan. Apalagi kalau usahanya katering dan tidak punya tenaga pembantu. Alamat susah jadinya.

Gimana, apa ada poin-poin di atas yang sulit kita miliki? Tenang… ada jalan keluarnya kok. Kita bisa kunjungi Shopee!

Iya, di situ para Mamak Hebring bisa mendapatkan bahan untuk memudahkan usaha kulinernya. Misalnya mau jualan pizza, di Shopee yang jual tepung sekaligus kejunya juga ada lho.

Belanja Tepung Pizza di Shopee
Belanja Tepung Pizza di Shopee

Atau kalau yang nggak bisa atau nggak punya bakat masak, bisa juga jadi reseller beberapa produk makanan atau minuman.

Kalau tentang reseller produk dari Shopee, ceritanya, saya pernah penasaran tanya ke teman yang suka reseller buku di Facebook. Akhirnya via message, dia kasih tahu kalau kulakannya lewat Shopee.

Pas saya buka, voila! Ternyata emang banyak produk yang berpeluang untuk kita jual lagi. Atau kalau yang usahanya kuliner seperti yang tadi saya bahas, di Shopee kita malah bisa dapat bahan baku atau juga ide untuk usaha kulinernya apa.

Buat Mamak Hebring yang punya usaha kuliner, yuk cerita-cerita dong komentar tentang pengalamannya yah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *